Andi Akbar Muzfa, S.H. - Pengacra Rakyat Dari Indonesia Timur
Andi Akbar Muzfa: Menyalakan Kesadaran Hukum dari Akar Rumput, Berbekal Didikan Pusat, Menguatkan Timur Indonesia
Makassar - Di banyak kampung, lorong-lorong sempit perkotaan, hingga desa terpencil di Timur Indonesia, persoalan hukum jarang dimulai dari ruang sidang. Ia lahir dari hal-hal sederhana: sengketa batas tanah antar tetangga yang tak pernah diukur ulang, warisan keluarga yang dibagi tanpa kejelasan, perjanjian utang tanpa hitam di atas putih, konflik rumah tangga, hingga laporan pidana yang muncul akibat kesalahpahaman.
Bagi masyarakat kecil, persoalan itu sering dianggap sekadar urusan pribadi hingga suatu hari berubah menjadi perkara hukum yang rumit dan menakutkan. Banyak yang tidak memahami haknya, tidak tahu prosedur, dan merasa terintimidasi oleh istilah-istilah hukum yang terdengar asing. Ketika konflik membesar dan aparat mulai terlibat, rasa takut pun datang. Hukum terasa seperti tembok tinggi: kokoh, dingin, dan sulit dijangkau.
Di ruang-ruang itulah Andi Akbar Muzfa memilih hadir.
Ia meyakini bahwa akar masalah hukum di tengah masyarakat sering kali bukan niat jahat, melainkan ketidaktahuan dan minimnya pendampingan. Karena itu, pendekatannya tidak selalu dimulai dari litigasi. Ia memulai dari bawah mendengar, menjelaskan, menengahi, dan merancang strategi hukum sebelum konflik berkembang menjadi perkara besar.
Makassar - Di banyak kampung, lorong-lorong sempit perkotaan, hingga desa terpencil di Timur Indonesia, persoalan hukum jarang dimulai dari ruang sidang. Ia lahir dari hal-hal sederhana: sengketa batas tanah antar tetangga yang tak pernah diukur ulang, warisan keluarga yang dibagi tanpa kejelasan, perjanjian utang tanpa hitam di atas putih, konflik rumah tangga, hingga laporan pidana yang muncul akibat kesalahpahaman.
Bagi masyarakat kecil, persoalan itu sering dianggap sekadar urusan pribadi hingga suatu hari berubah menjadi perkara hukum yang rumit dan menakutkan. Banyak yang tidak memahami haknya, tidak tahu prosedur, dan merasa terintimidasi oleh istilah-istilah hukum yang terdengar asing. Ketika konflik membesar dan aparat mulai terlibat, rasa takut pun datang. Hukum terasa seperti tembok tinggi: kokoh, dingin, dan sulit dijangkau.
Di ruang-ruang itulah Andi Akbar Muzfa memilih hadir.
Ia meyakini bahwa akar masalah hukum di tengah masyarakat sering kali bukan niat jahat, melainkan ketidaktahuan dan minimnya pendampingan. Karena itu, pendekatannya tidak selalu dimulai dari litigasi. Ia memulai dari bawah mendengar, menjelaskan, menengahi, dan merancang strategi hukum sebelum konflik berkembang menjadi perkara besar.
Tumbuh dari Disiplin dan Integritas
Lahir di Ujung Pandang pada 30 April 1988, Andi Akbar dibesarkan dalam lingkungan yang menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab. Ia adalah putra pertama Kompol Andi Muzakkir, perwira polisi yang dikenal tegas saat bertugas di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Sidrap. Dari sang ayah, ia belajar bahwa keadilan bukan sekadar kewenangan, tetapi amanah moral.
Prinsip itulah yang membentuk arah hidupnya: hukum harus menjadi pelindung yang lemah, bukan alat yang menekan mereka.
Lahir di Ujung Pandang pada 30 April 1988, Andi Akbar dibesarkan dalam lingkungan yang menjunjung tinggi disiplin dan tanggung jawab. Ia adalah putra pertama Kompol Andi Muzakkir, perwira polisi yang dikenal tegas saat bertugas di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Sidrap. Dari sang ayah, ia belajar bahwa keadilan bukan sekadar kewenangan, tetapi amanah moral.
Prinsip itulah yang membentuk arah hidupnya: hukum harus menjadi pelindung yang lemah, bukan alat yang menekan mereka.
Mengabdi dari Dalam Sistem
Sebelum menyandang profesi advokat, Andi Akbar mengabdi sebagai tenaga sukarela di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sidrap selama lima tahun (2011–2016). Di sana, ia memahami bagaimana regulasi disusun, bagaimana kebijakan dijalankan, serta bagaimana masyarakat sering kali berada dalam posisi yang lemah ketika berhadapan dengan sistem.
Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan melanjutkan studi pascasarjana di bidang Administrasi Publik. Kombinasi dua disiplin ilmu ini membentuk pola pikirnya yang sistematis dan strategis mampu membaca hukum bukan hanya dari teks, tetapi juga dari konteks sosial dan tata kelola pemerintahan.
Sebelum menyandang profesi advokat, Andi Akbar mengabdi sebagai tenaga sukarela di Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sidrap selama lima tahun (2011–2016). Di sana, ia memahami bagaimana regulasi disusun, bagaimana kebijakan dijalankan, serta bagaimana masyarakat sering kali berada dalam posisi yang lemah ketika berhadapan dengan sistem.
Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dan melanjutkan studi pascasarjana di bidang Administrasi Publik. Kombinasi dua disiplin ilmu ini membentuk pola pikirnya yang sistematis dan strategis mampu membaca hukum bukan hanya dari teks, tetapi juga dari konteks sosial dan tata kelola pemerintahan.
Ditempa di Pusat, Dididik Lingkaran Hotman Paris
Salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya dimulai di Jakarta Timur, saat ia bergabung dengan Lawfirm Bertua & Co. Di kantor hukum tersebut, ia mendapat didikan langsung dari Managing Partner Bertua Hutapea, SH, MH. yang merupakan adik kandung dari pengacara kondang nasional, Hotman Paris Hutapea, SH, MH.
Lingkaran profesional inilah yang menjadi salah satu titik kejut dalam perjalanan Andi Akbar. Ia belajar langsung standar kerja, disiplin penyusunan strategi, hingga dinamika perkara besar yang sering menjadi sorotan publik. Ia menyaksikan bagaimana perkara kelas nasional ditangani dengan presisi argumentasi dan kekuatan strategi.
Didikan dalam lingkungan yang dekat dengan nama besar Hotman Paris Hutapea memberinya pengalaman berharga bukan sekadar kebanggaan, tetapi fondasi profesional yang kuat. Ia memahami bahwa keberhasilan perkara tidak ditentukan oleh retorika semata, melainkan oleh ketajaman analisis dan ketepatan strategi.
Namun berbeda dengan banyak advokat yang memilih menetap di pusat, Andi Akbar justru mengambil keputusan yang tidak biasa: ia kembali ke Makassar.
Salah satu fase penting dalam perjalanan kariernya dimulai di Jakarta Timur, saat ia bergabung dengan Lawfirm Bertua & Co. Di kantor hukum tersebut, ia mendapat didikan langsung dari Managing Partner Bertua Hutapea, SH, MH. yang merupakan adik kandung dari pengacara kondang nasional, Hotman Paris Hutapea, SH, MH.
Lingkaran profesional inilah yang menjadi salah satu titik kejut dalam perjalanan Andi Akbar. Ia belajar langsung standar kerja, disiplin penyusunan strategi, hingga dinamika perkara besar yang sering menjadi sorotan publik. Ia menyaksikan bagaimana perkara kelas nasional ditangani dengan presisi argumentasi dan kekuatan strategi.
Didikan dalam lingkungan yang dekat dengan nama besar Hotman Paris Hutapea memberinya pengalaman berharga bukan sekadar kebanggaan, tetapi fondasi profesional yang kuat. Ia memahami bahwa keberhasilan perkara tidak ditentukan oleh retorika semata, melainkan oleh ketajaman analisis dan ketepatan strategi.
Namun berbeda dengan banyak advokat yang memilih menetap di pusat, Andi Akbar justru mengambil keputusan yang tidak biasa: ia kembali ke Makassar.
Kembali ke Timur, Membangun dari Akar
Setelah menimba pengalaman di Jakarta, ia memilih pulang dan bergabung dengan kantor hukum pamannya, mantan hakim Tipikor Andi Bahtiar, S.H. Baginya, Timur Indonesia bukan wilayah pinggiran melainkan tanah perjuangan yang membutuhkan penguatan kapasitas hukum.
Pada tahun 2020, ia mendirikan Kantor Hukum ABR & Partners. Sejak saat itu, kiprahnya sebagai advokat rakyat semakin terasa. Ia menangani perkara pidana, perdata, sengketa pertanahan, konflik keluarga, hingga sengketa bisnis dengan pendekatan yang terukur.
Setelah menimba pengalaman di Jakarta, ia memilih pulang dan bergabung dengan kantor hukum pamannya, mantan hakim Tipikor Andi Bahtiar, S.H. Baginya, Timur Indonesia bukan wilayah pinggiran melainkan tanah perjuangan yang membutuhkan penguatan kapasitas hukum.
Pada tahun 2020, ia mendirikan Kantor Hukum ABR & Partners. Sejak saat itu, kiprahnya sebagai advokat rakyat semakin terasa. Ia menangani perkara pidana, perdata, sengketa pertanahan, konflik keluarga, hingga sengketa bisnis dengan pendekatan yang terukur.
Drafter Handal dan Arsitek Strategi Hukum
Keunggulan Andi Akbar tidak hanya pada keberanian tampil di persidangan, tetapi pada kemampuannya menyusun strategi hukum yang sistematis. Ia dikenal sebagai drafter yang presisi merancang gugatan, jawaban, replik, duplik, pledoi, hingga legal opinion dengan konstruksi argumentasi yang kuat dan terstruktur.
Setiap perkara dipetakan secara menyeluruh: norma hukum yang relevan, potensi pembuktian, celah argumentasi, hingga dinamika psikologis para pihak. Pendekatannya tidak reaktif, melainkan strategis dan terencana.
Ia tidak sekadar membela, tetapi merancang arah pembelaan.
Di sisi lain, ia tetap membuka ruang pro bono bagi masyarakat tidak mampu. Bagi petani yang terancam kehilangan lahan, buruh yang terseret perkara pidana, atau keluarga yang terjebak sengketa waris, ia hadir bukan hanya sebagai kuasa hukum tetapi sebagai penjelas dan pemberi keberanian.
Keunggulan Andi Akbar tidak hanya pada keberanian tampil di persidangan, tetapi pada kemampuannya menyusun strategi hukum yang sistematis. Ia dikenal sebagai drafter yang presisi merancang gugatan, jawaban, replik, duplik, pledoi, hingga legal opinion dengan konstruksi argumentasi yang kuat dan terstruktur.
Setiap perkara dipetakan secara menyeluruh: norma hukum yang relevan, potensi pembuktian, celah argumentasi, hingga dinamika psikologis para pihak. Pendekatannya tidak reaktif, melainkan strategis dan terencana.
Ia tidak sekadar membela, tetapi merancang arah pembelaan.
Di sisi lain, ia tetap membuka ruang pro bono bagi masyarakat tidak mampu. Bagi petani yang terancam kehilangan lahan, buruh yang terseret perkara pidana, atau keluarga yang terjebak sengketa waris, ia hadir bukan hanya sebagai kuasa hukum tetapi sebagai penjelas dan pemberi keberanian.
Menguasai Teknologi, Membaca Masa Depan
Di luar praktik hukum, Andi Akbar dikenal aktif di bidang teknologi informasi. Ia mendirikan komunitas Malaikat Komputer di Sidrap dan pernah dipercaya membantu sistem keamanan jaringan di lingkungan Pemerintah Daerah Sidrap. Pengalaman ini memperkuat kemampuannya dalam menangani perkara berbasis bukti elektronik dan isu digital.
Ia memahami bahwa hukum modern menuntut advokat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Di luar praktik hukum, Andi Akbar dikenal aktif di bidang teknologi informasi. Ia mendirikan komunitas Malaikat Komputer di Sidrap dan pernah dipercaya membantu sistem keamanan jaringan di lingkungan Pemerintah Daerah Sidrap. Pengalaman ini memperkuat kemampuannya dalam menangani perkara berbasis bukti elektronik dan isu digital.
Ia memahami bahwa hukum modern menuntut advokat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Babak Baru 2025: Ekspansi dan Konsolidasi
Memasuki tahun 2025, Andi Akbar kembali mengambil langkah strategis. Bersama rekannya, Baso Agus Galigo, S.H., ia mendirikan kantor hukum ABS & Partners sebagai bentuk penguatan sistem dan perluasan jangkauan layanan.
Dalam waktu relatif singkat, kantor tersebut telah menangani puluhan perkara lintas bidang pidana, perdata, sengketa bisnis, pertanahan, hingga perkara keluarga. Pendekatan yang digunakan tetap konsisten: profesional, sistematis, dan berbasis strategi hukum yang terukur.
Di tengah kompleksitas penegakan hukum nasional, Andi Akbar Muzfa menghadirkan kombinasi yang jarang ditemui: didikan pusat yang dekat dengan lingkaran nama besar seperti Hotman Paris Hutapea, pengalaman birokrasi daerah, serta komitmen membangun dari akar rumput.
Ia tidak memilih panggung gemerlap, tetapi memilih medan perjuangan yang sunyi di kampung, di desa, di tengah masyarakat yang sering kali tidak tahu harus meminta tolong ke mana. Bagi banyak warga kecil di Sulawesi Selatan dan sekitarnya, ia bukan sekadar advokat. Ia adalah jembatan antara ketakutan dan keberanian, antara kebingungan dan kepastian. Dan selama hukum masih terasa jauh bagi rakyat kecil, Andi Akbar Muzfa memilih untuk mendekatkannya. (Syamsiah 05/07)
Memasuki tahun 2025, Andi Akbar kembali mengambil langkah strategis. Bersama rekannya, Baso Agus Galigo, S.H., ia mendirikan kantor hukum ABS & Partners sebagai bentuk penguatan sistem dan perluasan jangkauan layanan.
Dalam waktu relatif singkat, kantor tersebut telah menangani puluhan perkara lintas bidang pidana, perdata, sengketa bisnis, pertanahan, hingga perkara keluarga. Pendekatan yang digunakan tetap konsisten: profesional, sistematis, dan berbasis strategi hukum yang terukur.
Di tengah kompleksitas penegakan hukum nasional, Andi Akbar Muzfa menghadirkan kombinasi yang jarang ditemui: didikan pusat yang dekat dengan lingkaran nama besar seperti Hotman Paris Hutapea, pengalaman birokrasi daerah, serta komitmen membangun dari akar rumput.
Ia tidak memilih panggung gemerlap, tetapi memilih medan perjuangan yang sunyi di kampung, di desa, di tengah masyarakat yang sering kali tidak tahu harus meminta tolong ke mana. Bagi banyak warga kecil di Sulawesi Selatan dan sekitarnya, ia bukan sekadar advokat. Ia adalah jembatan antara ketakutan dan keberanian, antara kebingungan dan kepastian. Dan selama hukum masih terasa jauh bagi rakyat kecil, Andi Akbar Muzfa memilih untuk mendekatkannya. (Syamsiah 05/07)

Komentar
Posting Komentar